Tampilkan postingan dengan label radar kediri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radar kediri. Tampilkan semua postingan
| 0 komentar ]

Petugas Buru Sergap (Buser)
Polres Kediri Kota berhasil
mengamankan Moch
Kurniawan Yahya (23).Pria
asal Gg Cempaka Jl Hasyim
Ashari Kelurahan Banjarmlati
Kecamatan Mojoroto Kota
Kediri itu adalah pelaku
penusukan Dian Rafi (26),
tetangganya.
Kasubbag Humas Polres Kediri
Kota Iptu Surono
mengungkapkan,anggotanya
meringkus Moch Kurniawan
Yahya di tempat
persembunyiannya,di wilayah
Kabupaten Tulungagung.
Tepatnya di sebuah kamar kos,
Desa Ringinpitu,Kabupaten
Tulungagung.
“ Pelaku tengah kita interogasi,”
kata Iptu Surono kepada
wartawan,Rabu (20/10/10).
Selain membekuk Moch
kurniawan Yahya,imbuh
Surono,polisi juga
mengamankan,sebuah
gunting,satu stel celana dan
baju jeans
Aksi penusukan itu terjadi
pada 3Oktober lalu sekitar
pukul 03.00WIB.Pelaku
menyerang korban bersama
tiga orang temannya.Saat itu
korban tengah cangkrukan
tidak jauh dari rumahnya.
Penyerangan itu ditengarai
berlatar belakang dendam.
Pelaku yang dikenal keluar-
masuk Lembaga
Permasyarakatan (LP)
memendam dendam sejak kecil.
Akibatnya,korban mengalami
beberapa luka tusukan di
bagian kepala dan tengkuknya.
Korban dibawa ke Rumah Sakit
Umum Daerah (RSUD) Gambiran
Kediri.
Sementara kejadian itu
langsung dilaporkan ke Polres
Kediri Kota.(nb/mj)

| 0 komentar ]

(kedirijaya.com)–
Polisi menggerebek arena judi
Domino,di sebuah Pos Kamling
Desa Baye,Kecamatan
Kayenkidul,Kabupaten Kediri,
Senin (18/10)malam.Dalam
penggerebekan tersebut
sebanyak tiga pelaku berhasil
dibekuk petugas.Sedang
empat pelaku lainya berhasil
melarikan diri dan sampai
sekarang menjadi buronan
petugas.
Selain mengamankan tiga
pelaku,petugas juga menyita
sejumlah barang bukti (BB)
berupa uang tunai Rp 1.04.000
dan satu set kartu domino.
Ketiga pelaku yang berhasil
diamankan yaitu,Adi Wijaya,
58,warga Desa Kalibelo,
Kecamatan Gampengrejo,
Suwardi,35,warga Desa
Gilang,Kecamatan
Gampengrejo, dan Yuwono,28,
warga Desa Baye,Kecamatan
Kayenkidul.Sekarang,ketiga
pelaku masih menjalani
pemeriksaan di Polsek Pagu.
Awalnya,petugas menerima
laporan kalau di lokasi sering
digunakan untuk judi kartu
jenis domino. Setelah menerima
laporan,
petugas segera
melakukan penyelidikan ke
lokasi.Dari hasil penyelidikan
ternyata benar, dilokasi banyak
bergerumbul
orang sedang
asyik berjudi.Kemudian
petugas melakukan
penggerebekan ke lokasi.
Sekitar 4anggota Unit Reskrim
Polsek Pagu mendatangi lokasi
dengan mengendarai mobil
Patroli.Melihat sejumlah orang
sedang bergerumbul di pos
kamling,petugas langsung
mengepunya.Melihat ada
petugas datang,para pelaku
yang diperkirakan berjumlah 7
orang itu langsung semburat
melarikan diri.Petugas hanya
berhasil membekuk tiga pelaku
saja.
Sedang empat pelaku lainnya
dibiarkan kabur.“ Jumlah
anggota saya tidak seimbang
dengan pelaku, sehingga hanya
dapat
mengamankan tiga
pelaku saja,” ujar Kapolsek
Pagu, AKP Suharjito.
Kemudian petugas
menggelandang tiga pelaku
tersebut ke Polsek Pagu untuk
pemeriksaan lebih lanjut.
Dihadapan petugas,salah satu
pelaku yang bernama Yuwono,
28,warga setempat,mengaku
memang sering menggelar judi
domino di lokasi.Biasanya
pesertanya,kebanyakan orang
dari luar desanya.Menurutnya,
mereka main judi hanya untuk
iseng saja biar betah melek.
Taruhan yang mereka pasang
juga tidak terlalu besar,hanya
seribu rupiahan saja.Dia
sendiri tidak menyangka kalau
akhirnya harus berurusan
dengan petugas kepolisian.
“ Niatnya hanya buat melekan
saja,gak tahunya malah
ditangkap,” aku Yuwono
dihadapan petugas.

| 0 komentar ]

KEDIRI--MICOM:Sebuah
komunitas anak punk
melaporkan Kepala Satuan
Pamong Praja Kota Kediri
Ivantoro ke Resor Kota Kediri,
Rabu (20/10). Laporan ini
lantaran anak-anak bergaya
nyentrik ini tidak terima aksi
perampasan sejumlah atribut
mereka oleh Satpol PP dua
pekan lalu.
Koordinator anak punk Kediri
Rafi Pandega saat dikonfirmasi
mengatakan, aksi perampasan
tersebut tidak memiliki
landasan hukum yang kuat. "Ini
hanya mencerminkan tindakan
arogansi aparat pemerintah,"
ujar Rafi sambil menunjukkan
salinan laporan ke polisi itu,
Rabu (20/10).
Sejumlah atribut yang
dirampas petugas Satpol PP
seperti sepatu, ikat pinggang,
dan celana. Lebih jauh Rafi
berharap pihak kepolisian tidak
berlaku diskriminatif terhadap
laporan anak punk.
Sebab, sebagai warga negara
komunitas berhak mendapat
perlakukan yang sama di
hadapan hukum. Sebenarnya
anak-anak korban perampasan
itu sudah cukup bersabar dan
hanya meminta agar Kepala
Satpol PP meminta maaf.
Tuntutan minta maaf itu
disampaikan saat mereka
menggelar unjuk rasa di kantor
Wali Kota Kediri pada Senin
(11/10) lalu. Karena
permintaan tersebut tidak
diindahkan, mereka lantas
melaporkan Ivantoro ke polisi.
Kepala satuan Reserse dan
Kriminal Polresta Kediri Ajun
Komisaris (AK) Didit Prihantoro
mengatakan pihaknya sudah
menerima laporan resmi anak
punk. Tertera dalam surat
LP/165/10/2010.
"Kami sedang memeriksa
sejumlah pelapor dan sejumlah
saksi," ujar Didit. Dia belum bisa
memastikan pemeriksaan
terhadap pihak terlapor.
Kepala Kantor Satpol PP Kota
Kediri Ivantoro mengaku siap
meladeni laporan anak-anak
punk tersebut. "Kami bertindak
sudah sesuai dengan prosedur
dan protap yang berlaku," ujar
Ivantoro.

| 0 komentar ]

(kedirijaya.com)–
Paska mengamankan seorang
penambang tradisinal
dikawasan bantaran sungai
brantas di Dusun Mejenan,
Kelurahan / Kecamatan
Mojoroto. Satpol PP Kota Kediri
dinilai tebang pilih. Pasalnya
meskipun telah melakukan
razia besar-besaran disejumlah
titik, baik tradisional maupun
mekanik, namun di kawasan
Kelurahan Banjarmlati,
Kecamatan Mojoroto, tidak
pernah disentuh sama
sekali.Beberapa unit mesin
mekanik penyedot pasir
dibiarkan beroperasi seakan

dipelihara ” karena tidak
pernah dilakukan penertiban.
Deretan para penambang pasir
mekanik masih terlihat jelas
dikawasan Banjarmlati, Selasa
(19/10/10). Dari pantauan
dilapangan, sedikitnya
terdapat empat titik lokasi
penambang pasir mekanik
yang sedang melakukan
aktifitasnya dengan menyedot
pasir dari tengah sungai
Brantas.
Dengan masih adanya aktifitas
penambang pasir tersebut, Umi
(51) guru Taman Kanak-kanak
(TK) Dharma Wanita II
Ngronggo Kota Kediri mengaku
merasa terganggu saat
mengajar.“ Meski lokasinya
diseberang sana , tapi
suaranya terdengar keras
sekali dari sini,
” ujarnya saat
ditemui di sekolahnya.
Dia juga mengakui, jika
disebelahnya dikawasan
penambang pasir kelurahan
Manisrenggo sempat ada
penambang pasir mekanik, tapi
sekarang sudah tidak ada lagi,
karena telah dirazia petugas
Satpol PP.
“ Dulu disekitar sini
juga ada, tapi sekarang tidak
lagi, hanya saja tinggal yang
berada di Banjarmlati tersebut
membuat kita sedikit
terganggu,
” keluhnya.
Untuk itu, dia berharap, agar
penambang pasir mekanik
yang ada di Banjarmlati
tersebut juga ditertibkan.

Meski lokasi penambangnya
jauh, tapi tempat menyedot
pasir dekat dengan sini, jadi
suaranya berisik, kami minta
agar Pemda juga menertibakan
penambang tersebut,

harapnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP
Moch. Ivantoro berdalih, jika di
lokasi Banjarmlati sudah tidak
ada lagi penambang pasir
mekanik.
“ Sudah tidak ada
penabang mekanik, berkali-kali
kita kesana, sudah tidak
beroperasi,
” kilahnya saat
ditemui wartawan diruang
kerjanya, Selasa (19/10/10).
Menurutnya, ada kemungkinan,
saat petugas Satpol PP kelokasi,
diketahui para pelaku, hingga
akhirnya aktifitas dihentikan.

Ada kemungkinan, saat kita
tinjau kesana, mereka tidak
aktifitas, tapi setelah kita
tinggal, mereka kembali lagi,

dalihnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya,
petugas Satpol PP
mempolisikan Iswahyudi (35)
salah satu penambang pasir
tradisional dikawasan
Mojoroto Kota Kediri, namun
setelah di buta berita acara
pemeriksaan (BAP), pelaku
hanya dijerat undang-undang
tipiring dengan hanya wajib
lapor.
Sementara itu, Walikota Kediri
Samsul Ashar menegaskan, jika
untuk sementara waktu,
panambang mekanik harus
dibersihkan dulu, baru
kemudian tradisional.
“ Sebenanrnya baik mekanik
maupun tradisional sama saja,
untuk wilayah Kota Kediri
sudah urgent, jadi sampai
waktu yang tidak ditentukan,
semua penambang pasir harus
di Stop dulu,
” tegasnya. (ak/mj)

| 0 komentar ]

Walikota Kediri dr Samsul Ashar
memastikan akan melaunching
Gelanggang Olah Raga (GOR)
Jayabaya yang terletak di
Kelurahan Banjarmlati,
Kecamatan Mojoroto, Kota
Kediri bertepatan dengan Hari
Jadi Kota Kediri yaitu, 27 Juli
2010 mendatang.
Ironisnya, sampai saat ini
pengelolaan GOR tersebut
secara resmi belum diserahkan
pada Dinas Kebudayaan
Pariwisata Pemuda dan Olah
Raga (Disbudparpora) Kota
Kediri. Ditambah lagi dengan
persoalan-persoalan lain yang
belum tuntas diantaranya,
penempatan Pedagang Kaki
Lima (PKL) dan landasar hokum
ketentuan retribusi.
“ Peresmian GOR Jayabaya
harus bersamaan dengan
momen yang tepat, salah
satunya hari jadi Kediri nanti.
Komponen-komponen yang
belum tuntas tersebut, akan
kita dibahas dulu dengan DPRD
setempat. Sementara
ini kita masih melengkapi
kekurangan sarana dan
prasarana yang belum selesai,

kata Samsul Ashar, Minggu
(23/5/2010)
Terpisah, Kepala Disbudparpora
Kota Kediri Siswanto
mengatakan, sejumlah
masalah yang kini belum
tuntas tersebut, tengah
dipelajarinya.
“ Kami telah
melakukan kunjungan kerja
(Kunker) ke Malang karena di
sana pengelolaan GOR Ken
Arok juga diserahkan pada
Disbudparpora,
“ kata
Siswanto.
Mantan Kepala Dinas
Pendidikan Kota Kediri itu
menambahkan, dalam waktu
dekat pihaknya akan dibentuk
Unit Pelaksana Tugas Daerah
(UPTD), yang khusus mengatur
pengelolaan GOR. Meski begitu,
dia mengaku belum bisa
memastikan kapan GOR
Jayabaya resmi dibuka.
Sekedar diketahui, sesuai
dengan rencana semula,
peresmian GOR Jabaya
sebenarnya dijadwalkan pada
awal tahun 2010 lalu. Tetapi
rencana itu kemudian diundur
dan dikabarkan diresmikan
pada 20 Mei bertepatan
dengan Hari Kebangkitan
Nasional. Ironisnya, rencana
kedua pun gagal lagi dengan
alasan kurangnya persiapan
dan diundur hingga saat ini.